Author : Kim SeoRa (asri wijayanti Pororo)
Cast : Member B1A4
Ini FF tergaje yang pernah terfikir di otak saya. Nah.. FF ini mucul ketika saya lagi galau dan mikirin oppadeul. Ga ada yang mau tau ya? Ok ya udah, abaikan :-P
Malam hari yang amat sangat biasa saja. Sandeul masih belajar kimia di kamarnya. Sebenarnya sih dia ga serius belajar. Karena dia lagi smsan sama Baro. Padahal Baro ada di tempat tidur di belakangnya Sandeul (?)
Baro : Coy! Bantuin gue huahuahua :'(
Sandeul : Lu nangis ?
Baro : Kagak, gue ngerapp.
Sandeul : Oh. Kirain nangis.
Baro : Demi kuntilanak di kutub utara. Demi penguasa bumi dan surga. Otak lu udah error kali ye. Gue nangis. Nih gigi gue lagi sakit makanye gue sms lu. Gue kagak bisa ngomong. Aduhh
Sandeul : Lagian sih lu. Udah dibilangin abis makan cuci tangan biar ga sakit gigi. Gini kan jadinya.
Baro merasa semakin panas. Ia ingin teriak tapi apadaya mulut tak bisa di buka. Telinga baro keluar asep (?) pengen memutilasi sandeul (?)
Baro : dapet ilmu dimana lu ? Sejak kapan penyebab sakit gigi jadi kaya gitu? Lagian gue makan juga pake spatula kali (?). Jadi ga perlu cuci tangan
Sandeul : dapet ilmu dari author nih. ( lah kok Sandeul oppa malah nyalahin aku? Kkk )
Baro : Udahlah.. Gue mau minta tolong pokoknya beliin gue obat sekarang juga!
Sandeul : obat apa? Dimana? Berapa harganya? Sekarang ya?
Baro : adooh. Sandeulie. Ya obat sakit gigi lah. Beli noh di warung makan bu mimin. Ya di apotek lah. Harganya? Ya mana gue tau. Sebagai soulmate gue yg baik gue minta tolong sekarang juga. Hikhikhik
Sandeul segera bergegas keluar.
Baro teringat sesuatu. Akhir-akhir ini Sandeul diserang penyakit pikun. Baro mengusap jidatnya gemas. Sepertinya Sandeul tidak bisa diandalkan. Ia segera keluar kamar melihat Gongchan tengah menonton upin ipin.
"Eh hyung. Kenapa? Mau jengkol rasa kare ayam? Enak loh."
Lu kagak tau apa hyung lagi sakit gigi.
"Tumben diem " Ujar gongchan masih menonton upin ipin. Gongchan ngefans banget sama si mail. Katanya mirib sama baro. :-P
Baro segera menunjukkan sebuah kertas yang udah ditulisinya. Dan gongchan membaca seperti lagi baca soal UN mata pelajaran bahasa alien XD
" Aku ga punya uang lah hyung. Ga dapet job juga akunya. Hyung kan banyak job. Sini dong bagi duitnya buat beli obat. " Tuntut Gongchan. Dengan berat hati Baro memberikannya. "eh tapi hyung. Nanti aku ketinggalan upin ipin dong? Gimana nih?" Gongchan berusaha berfikir.
"Ah. Hyung ceritain entar kalo udah sembuh ne?" Baro hanya mengangguk. Dan merasa lega kalo sekarang maknae cerewet bin ajaib itu sudah pergi.
"Hyung." Tiba-tiba gongchan muncul lagi.
Lu orang kedua yang pengen gue cekek Gongchan!!
"Dimana beli obatnya?" tanya Gongchan cengengesan.
Baro menulis di kertas dan menununjukannya ke gongchan.
"Baiklah. Da hyung." Gongchan pergi sambil nyanyi lagu upin ipin tanam-tanam ubi.
Bisakah gue andelin tu anak? Kayaknya gak deh.
Baro merasa kesal seperempat mati (?) lalu ia menghampiri Jinyoung di ruang rekaman. Jinyoung seperti zombie yang tengah menatap kosong ke layar komputer. Baro menyentuh bahu jinyoung. Dan terkejut melihat kantong mata jinyoung.
Baro menunjukkan kertas yang sama seperti yang ditunjukkan ke Gongchan. Jinyoung pun mengangguk lalu segera pergi. Baro tidak tau apakah jinyoung terjaga atau malah dia setengah tertidur.
Hanya CNU hyung.yang bisa diandalkan. Tapi dia malah keluar hari ini. Ahh. Aku harap jinyoung hyung dapat membantuku.
------- skip ---------
Sandeul kebingungan di tepi jalan. Ia tidak ingat di suruh beli apa tadi sama baro. Seingatnya baro ada masalah sama gigi. Sandeul menciba mengingat tapi tidak ingat juga.
"Kayaknya bukan masalah serius deh tadi. Ahh kenapa pikun gini sih gue? Apa jangan-jangan gara-gara sering main catur bareng nenek-nenek di komplek ye?" Sandeul duduk di halte masih berfikir keras.
Sementara itu, Gongchan si maknae berjalan sambil meloncat-loncat gembira. Tiba-tiba ia melihat anjing manis di tepi jalan. Ia pun menghampirinya.
"Woy! Sendiri aja. Mana emak lu? Lucu banget sih. " Gongchan mengelus kepala anjing itu. Tanpa disangka, anjing itu marah dan menggong-gong gongchan.
"Gong gong. "
"wah lu kenal gue juga? Lu tau nama gue?" Gongchan belum sadar kalo anjing itu marah. Lalu anjing itupun mengejar Gongchan sampai keujung dunia (?).
"aaaaaaaaaa emak CNU tolongin." Gongchan lari terseok-seok kiri kanan di jalan karena anjing itu terus mengejarnya. Sampai-sampai gongchan ga sadar udah nangkring kaya kuntilanak di atas pohon.
"Lah? Terus turunnya gimana?" Gongchan kebingungan.
Lain halnya dengan Jinyoung. Matanya terasa berat karena udah 1 minggu begadang (?). Jinyoung ga ikutin saran roma irama sih. :-P ia berjalan dengan lemasnya
"Ngantuk. Pake banget. Ngapain juga gue ada di sini? Aneh. Tapi tadi Baro nyuruh apa gitu? Gue lupa karena ngantuk yang tak tertahankan lagi. Sepertinya ini cuma halusinasi doang. Mending tidur ah." Jinyoung malah tidur di emperan toko seperti gelandangan.
---------skip--------
Baro masih menunggu di dorm sambil memegangi pipinya. Tiba-tiba bel berbunyi.
"Ya. Baro. Hyung merasa sangaaaaaaaaaaat senang." CNU menjewer pipi baro.
Seperti roket yang mau lepas.landas baro meluncur kesana kemari di dorm kehilangan kendali sambil berteriak histeris. "AaaaaaAaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriakan itu berhasil membuat CNU latah
"Eh tuyul gondrong " CNU ikut berlari mengikuti Baro karena ia tidak tau ada masalah apa
"Baro. Tunggu hyung. Ada apa toh? Kok lari? Ada maling? Kamu kemalingan? Atau selebrasi kemenangan timnas? Kamu dicari ulat bulu? Atau ini tarian terbaru di yks?"
Sandeul, Gongchan, jinyoung tertegun mendengar teriakan Baro yang nyaring dan menusuk telinga.
Jeng jeng "Baro?" dengan ekspresi terkejutnya sandeul mulutnya mirib sama bebek.
Jeng jeng " Baro hyung?" langsung loncat dari pohon seperti superman turun dari langit.
Jeng jeng "Baro?" langsung bersila seperti petapa di gunung apalah itu.
"Baroooooooo" ketiga lelaki itu.langsung lari kembali ke dorm. Dan tanpa direncanakan mereka betemu di perjalanan.
"Ada apa dengan soulmate gue? Apakah dia digigit kecoa? Atau dia yang gigit kecoa?"
"Jangan-jangan hyung di culik lagi? Terus mereka minta uang tebusan ke kita. Kan ribet jadinya. Kasihan kan uang kita buat nebus baro hyung mending ditabung."
"Sepertinya Baro baik-baik saja. Kenapa kalian harus panik?" ujar Jinyoung.
"lalu kenapa hyung panik?"
"Gue ga panik."
"Buktinya larinya paling kenceng."
"Eh iya. Mangap deh."
Hampir sampai di dorm eh Sandeul malah masih lari kenceng.
"Eh kecebong! (kasian sandeul dibilanv kecebong :-P) Ini nih rumah kita. Lu mau kemane ah? Ke rumahnya bang toyib? Entar ditularin mau? Ga pulang-pulang lagi." Ceroscos Jinyoung yg ngantuknya tiba-tiba ilang.
"Salahnya ayu tingting sih ngasi alamat palsu. Kan bang toyib jadi nyasar makanya ga pulang-pulang.'
"Emang gitu ya ceritanya? Kok aku baru tau? " Gongchan melongo.
"Aaaaa tolongin gue. Baro membabi buta. Tolongin!! " Teriak CNU menerobos pintu sampai-sampai pintu dorm bolong. Waduhh
CNU lari mengelilingi dorm di susul Baro yang mengajar sambil membawa panci pengorengan dan seperangkat alat masak lainnya.
"Maafin hyung. Ga tau kalo lu lagi sakit gigi. Ini mah namanya lari malem. Bisa-bisa tubuh gue semakin perfect. " Cnu lari terbirit-birit. Sambil menghindari panci yang berterbangan di atasnya.
"Gue kagak kuat lagiiii."
"Hyung!! Terima balasanku."
Sebuah spatula terbang ke arah pantat CNU.
KROEEEEK
"Oh Ma God." Celana CNU sobek dan Baro menari gembira.
"Setelah ini. Sepertinya pengeluaran semakin banyak. Dan uang kas semakin menipis gara-gara peralatan rumah tangga pada rusak." Jinyoung menulis di buku nota sambil bersila di tanah. Sementara SanChan menatap Jinyoung aneh.
----------end--------
Maaf ga lucu. Karena saya author belum berpengalaman di bidang perepepan.. Makasi.udah mau baca FF ini..